Perencanaan yang Handal

Mungkin itu judul yang paling tepat “Perencanaan yang Handal” dari pada “Perencanaan yang Sempurna”. Kenapa demikian karena kata-kata sempurna hanya dimiliki oleh Allah SWT, sedangkan manusia selalu berusaha untuk mencapai itu (kesempurnaan) dan hasilnya tidak bisa diukur oleh manusia karena hanya Allah yang bisa menilai. Tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari terutama di dunia kerja, kita dapat mengukur hasil kinerja kita dengan cara membuat indikator-indikator capaian hasil yang inginkan.

Proses perencanaan selalu dimulai dengan analisis situasi yang diambil dari data-data yang kita punyai yang sumbernya hasil dari sebelumnya (evidance base), serta kondisi umum yang meliputi data geografis, kependudukan yang menyangkut sosial ekonomi serta data yang mengarah terhadap tujuan perencanaan tesebut yang menggambarkan kondisi “saat ini”.

Dari proses tersebutlah kita bisa mengidentifikasi masalah serta menggali sampai kepada akar permasalahan yang menimbulkan masalah tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu contoh misalnya masalah kesehatan tingginya angka kamatian ibu. Ini bisa kita pisah-pisahkan akar penyebabnya, apakah dari segi pelayanan, manajemen ataukah dari sisi masyarakatnya sendiri.

Proses selanjutnya adalah mengukur (score) seberapa besar tingkat kontribusinya terhadap timbulnya masalah tersebut. Sehingga dari hal ini kita bisa membuat prioritas masalah.

Tahap berikutnya yaitu membuat perencanaan tindak lanjut yang dituangkan kedalam kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan, sehingga dari tahap ini sudah didapat apa-apa saja yang akan kita kerjakan.

Langkah selanjutnya adalah membuat lamanya kegiatan tersebut dilaksanakan dan besaran biaya yang dibutuhkan serta dari sumber mana biaya yang akan kita ambil.

Setelah semua tahap perencanaan selesai, tentunya kita harus mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang sedang dan telah kita kerjakan dengan cara monitoring dan evaluasi yang diukur dengan indikator-indikator yang telah kita buat terdahulu.

Kunci dari semua ini adalah “Lebih baik bersimbah keringat disaat latihan, dari pada bersimbah darah dimedan perang”. Cukup sederhana kata-kata tersebut, namun mengandung makna yang cukup dalam yang artinya “lebih baik kita bersusah-susah di dalam merencanakan dari pada kita hancur lebur di dalam pelaksanaannya”. Kenap demikian? Karena apabila di dalam perencanaan asal-asalan maka hasilnyapun akan jauh dari apa yang kita harapkan.

Tentang ruhyana

Mencari untuk terus belajar dan belajar...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perencanaan yang Handal

  1. Bidang Perencanaan dan Evaluasi RSU Prov.Sultra berkata:

    Perencanaan merupakan seni dan ilmu dalam proses menciptakan lingkaran dalam pergerakan tatanan kehidupan yang pada putarannya ada sesuatu yang terus menerus di pelajari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s