METADON alternatif hindari resiko penularan HIV/AIDS melalui Jarum Suntik

metadon.jpgmetad.jpgmeta.jpg

Judul Asli : Ketika Jarum Suntik Berganti Sirup

oleh : BENNY DWI KOESTANTO dan AYU SULISTYOWATI (kompas, 29 Juni 2007)

Kadek Rudi (bukan nama sebenarnya) yang berusia 25 tahun mengernyitkan dahi dan sedikit nyengir sesaat seusai meneguk segelas air sirup rasa jeruk. Kemudian ia mengunyah permen susu, disusul permen karet. “Rasanya bibir ini seperti tebal dan mulut menjadi kering. Makanya, setelah minum, mesti kunyah-kunyah permen karet ini,” katanya sambil terus mengunyah permennya.

Heran? Minum air sirup jeruk saja bisa membuat mulut serasa tidak enak. Ya, karena ini memang bukan air sirup biasa. Akan tetapi, sirup tersebut sengaja dicampurkan ke air atau cairan mengandung agonis opioid sintetik yang bekerja menghilangkan rasa nyeri dengan mengikat reseptor opioid pada sistem saraf. Rasa jeruk hanyalah siasat rasa tidak enak dimulut itu tersamar lebih nyaman saat diteguk. Ini yang disebut metadon yang efeknya mirip efek morfin.

Akan tetapi, jangan coba-coba mengicipi meski hanya setetes tanpa pengawasan dokter atau pendamping medis. Pasalnya, metadon masih dikhususkan untuk mereka yang ketergantungan narkotika melalui jarum suntik. Ya, dengan kata lain, metadon ini menjadi terapi mereka agar perlahan-lahan meninggalkan jarum suntik yang rentan terkena virus HIV/AIDS. Namun, ini masih alasan sementara program metadon berjalan. “Ke depannya mungkin bisa lebih meluas tidak hanya untuk mengurangi risiko terinfeksi HIV/AIDS,” kata dr Nyoman Hanati SpKJ, Koordinator Program Terapi Rumatan Metadon di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, akhir pekan lalu.

Metadon merupakah salah satu cara atau jalan program pengurangan dampak buruk pada pengguna narkoba suntik. Saat ini metadon merupakan pilihan kedua yang digunakan para pengguna narkoba suntik (injecting drug users/IDU) setelah program layanan pertukaran program jarum suntik steril (LJSS) yang diperkenalkan sebelumnya. Program metadon termasuk dalam program subtitusi opiate yang masuk dalam terapi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Peningkatan jumlah IDU yang relatif pesat dalam beberapa tahun terakhir sudah mencapai tahap memprihatinkan karena diikuti dengan masalah kesehatan dan sosial lainnya. Salah satu dampak buruk IDU adalah peningkatan kasus HIV/AIDS. Tren penularan virus HIV melalui narkoba suntik mengalami peningkatan pesat dari tahun ke tahun. Laporan triwulanan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Juni tahun 2005 menunjukkan, data provinsi yang persentase IDU-nya besar secara urut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat. Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali memperkirakan, hingga pertengahan tahun 2007, jumlah pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai kisaran 4.000 orang dengan kelompok IDU yang terus meningkat jumlahnya.

Melihat kecenderungan itu, program pengurangan dampak buruk narkoba suntik mutlak diperlukan. Salah satunya melalui terapi substitusi narkoba dengan metadon dalam sediaan cair dengan cara diminum. Metadon mempunyai khasiat sebagai suatu analgetik dan euforian karena bekerja pada reseptor opioid mu (), mirip dengan agonis opioid mu () yang lain, seperti morfin. Metadon merupakan suatu agonis opioid sintetik yang kuat dan secara oral diserap dengan baik. Metadon juga dapat dikonsumsi melalui parerental (injeksi) dan reaktal (dimasukkan melalui anus). Efek metadon secara kualitatif mirip dengan efek morfin dan opioid lain. Misalnya, turunnya tekanan darah, konstriksi pupil, dan efek pada saluran cerna, yaitu memperlambat pengosongan lambung karena mengurangi motilitas.

Program layanan metadon di Indonesia diawali di DKI Jakarta, yakni di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Fatmawati, dan di Bali, khususnya di RSUP Sanglah. Di Jakarta, selain di rumah sakit, kini layanan itu telah dapat diberikan oleh lima puskesmas, yakni Tanjung Priok, Tambora, Gambir, Jatinegara, dan Tebet. Sementara di Bali, layanan itu juga dapat ditemui di Puskesmas Kuta dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Denpasar. Bahkan, layanan di LP Kerobokan yang ditujukan bagi para narapidana kasus narkoba diberikan secara gratis. Daerah lain yang melayani program ini meliputi RS Hasan Sadikin Bandung (Jawa Barat) dan RS Dr Soetomo Surabaya (Jawa Timur). Penetapan tempat layanan program ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 494/Menkes/SK/VII/2007 yang dikeluarkan Bulan Juli 2006.

Program di Bali

Namun, Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) Sandat RSUP Sanglah sebenarnya sudah berjalan 51 bulan sejak 17 Februari 2003. Hingga akhir Mei 2007, tercatat 279 pencandu menjadi pasien metadon dan sudah sekitar 33 persennya dinyatakan pulih. Sementara 35 persen lainnya disayangkan sudah berhenti dari program. Dari sekian puluh pasien, hanya lima perempuan yang terdaftar jadi pasien metadon.

Rudi merupakan salah satu pasien program metadon mulai sekitar tiga tahun lalu. Saat ini pun ia masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus di Denpasar. Ia pun mengaku, meski malu-malu, sudah tak lagi menggunakan jarum suntik untuk mengonsumsi heroin.

“Sekarang ini saya benar-benar ingin sembuh. Itu saja. Beberapa teman yang menginformasikan kepada saya program ini (metadon) sudah mulai pulih dan sembuh,” ujarnya sambil terus mengunyah permen karetnya.

Setiap hari Rudi dan Rudi-Rudi lainnya harus terus datang untuk meneguk segelas air metadon campur sirup jeruk. Hanya saja, dosis mereka berlainan satu dengan yang lain. Rudi sudah mencapai taraf stabil setelah sekitar tiga tahun menjalani terapi ini.

Untuk awal, seluruh pasien meneguk 20 miligram cairan metadon setiap harinya sambil dipantau perkembangan perilaku dan kondisinya. Selanjutnya dipantau dengan menambah sedikit demi sedikit dosisnya. Biasanya, dosis bisa dinaikkan setiap tiga hari.

Pasien yang sudah menjadi pencandu berat heroin bisa meminum sekali teguk 80 miligram. Jumlah itu merupakan takaran maksimal. “Kami tak bisa memberi lebih dari 80 miligram dengan sembarangan karena bisa menyebabkan si pasien overdosis yang mengakibatkan kematian,” tutur Nyoman Hanati.

Efek metadon terjadi sekitar 30 menit setelah diminum. Konsentrasi puncak dicapai setelah 3-4 jam kemudian. Mencapai kadar tetap setelah 3-10 hari pemakaian. Variasi konsentrasi metadon dalam darah tidak terlalu besar dan supresi gejala putus obat (heroin) mudah dicapai.

Namun, akan menjadi sia-sia jika sang pasien tak lagi datang untuk terapi metadon. Penjelasan dr Nyoman Hanati, tiga hari pasien tidak minum, ketika datang lagi untuk melanjutkan program, dianggap menjadi pasien baru. Artinya, berapa pun lamanya seseorang menjalani terapi, akan benar-benar sia-sia hanya karena putus tiga hari.

Sementara itu, pasien pulih rata-rata sekitar satu setengah tahun. Pulih artinya pasien, antara lain, tak lagi mengalami ketergantungan, emosinya stabil, aktif, dan merasa sehat. Pengaruh positif dari keluarga atau kerabat di sekitar pasien sangat mendukung percepatan pemulihan sehingga mempercepat penyembuhan.

Setiap kali datang, si pasien metadon hanya perlu membayar Rp 8.000. Harga itu diperhitungkan untuk administrasi. Alasannya, metadon yang didatangkan dari Jerman itu masih disubsidi oleh WHO. Harganya kemungkinan naik menjadi Rp 15.000 per hadir jika bantuan tak lagi mengalir

Tentang ruhyana

Mencari untuk terus belajar dan belajar...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan. Tandai permalink.

7 Balasan ke METADON alternatif hindari resiko penularan HIV/AIDS melalui Jarum Suntik

  1. andre berkata:

    Metadon lumayan enak ko rasanya…

  2. andre berkata:

    window.alert ( ‘ MeTaDoN uEnAaAaK rAsAnYa . ‘ )

  3. czar berkata:

    bagus kok…asal di ikuti dengan baik sampai tuntas…dan tentunya selagi berobat metadone JANGAN DICAMPUR dengan narkoba apa pun juga😉

    God Bless U

  4. mona berkata:

    gw tau program methadon dari browsing di internet….bukan to gw….tapi to temen gw….bagus ko programnya…tapi kendalanya…harus datang setiap hari n ga boleh putus…..tapi….ok deh gw angkat jempol to program ini

  5. jimmy berkata:

    Hi,
    Sekarang kita sudah ada komunitas methadone indonesia, tujuannya adalah memfasilitasi teman2 methadoner untuk lebih mandiri dan mengikuti terapi methadone dengan tepat dan teratur. selain itu juga komunitas ini bertujuan sebagai jaringan advokasi.
    Untuk informasi lebih lengkap gabung yuk di mailing list methadone indonesia

    Salam,
    Jimmy

  6. jimmy berkata:

    Untuk informasi lebih lengkap gabung yuk di mailing list methadone indonesia http://health.groups.yahoo.com/group/methadone-indonesia/

    Salam,
    Jimmy

  7. jimmy berkata:

    (www.methadone-indonesia.com)

    Salam,
    Jimmy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s