Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung

Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung Print E-mail
07 Jun 2007

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Pada akhir abad 20, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian di negara maju dan negara berkembang. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Sedangkan data kematian di rumah sakit tahun 2005 sebesar 16,7%. Faktor resiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipetensi, di samping hiperkolesterollemia dan diabetes melitus.Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) menyatakan, prevalensi hipertensi di Indonesia pada daerah urban dan rural berkisar antara 17-21%. Data secara nasional yang ada belum lengkap. Sebagian besar penderita hipertensi di Indonesia tidak terdeteksi, sementara mereka yang terdeteksi umumnya tidak menyadari kondisi penyakitnya, ujarnya pada Peringatan Hari Hipertensi 2007 di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Di dunia, hampir 1 milyar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronis serius yang bisa merusak organ tubuh. Setiap tahun darah tinggi menjadi penyebab 1 dari setiap 7 kematian (7 juta per tahun) disamping menyebabkan kerusakan jantung, mata, otak dan ginjal. Berdasarkan data WHO dari 50% penderita hipertensi yang diketahui hanya 25% yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati dengan baik (adequately treated cases). Padahal hipertensi merupakan penyebab utama penyakit jantung, otak, syaraf, kerusakan hati dan ginjal sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini merupakan beban yang besar baik untuk keluarga, masyarakat maupun negara, kata Dr. Siti Fadilah. Di negara maju, lanjut Dr. Siti Fadilah, pengendalian hipertensi juga belum memuaskan, bahkan di banyak negara pengendalian tekanan darah hanya 8% karena menyangkut banyak faktor baik dari penderita, tenaga kesehatan, obat-obatan maupun pelayanan kesehatan. Dr. Siti Fadilah Supari yang juga ahli jantung menyatakan, hipertensi sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risiko dapat dikendalikan. Upaya tersebut meliputi monitoring tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, peningkatan aktivitas fisik/gerak badan, diet yang sehat dengan kalori seimbang melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Hal ini merupakan kombinasi upaya mandiri oleh individu/masyarakat dan didukung oleh program pelayanan kesehatan yang ada dan harus dilakukan sedini mungkin. Menkes Dr. Siti Fadilah mendukung kampanye ”120/180” yang dilakukan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Yayasan Jantung Indonesia, Indonesia Society of Hypertension (INA-SH) dan Novartis Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit hipertensi sekaligus memperingati Hari Hipertensi Sedunia (World Hypertension Day) ke-3 yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2007 dengan tema ” Better Diet for Better Blood Pressure ”. Di Indonesia, peringatan Hari Hipertensi merupakan yang pertama dilakukan dengan tema Jagalah Tekanan Darah Anda pada Batas yang Aman merupakan kerja sama Depkes, Dinas Kesehatan di 8 propinsi, Yayasan Jantung Indonesia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita serta INA-SH ditandai dengan serangkaian kegiatan talkshow, pameran, pemeriksaan tekanan darah di 8 propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur serta seminar. Talkshow dan pemeriksaan tekanan darah yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik Depkes tanggal 28 Mei 2007 mendapat sambutan yang antusias dari para karyawan Depkes. Dalam acara yang dibuka Dr. Indrijono Tantoro, MPH, Staf Ahli Menkes Bidang Perlindungan Faktor Resiko Kesehatan mewakili Menkes menampilkan pembicara Dr. Achmad Hardiman, Sp. KJ, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen PP dan PL Depkes dan Prof. Dr. Dr. Budhi Setianto, Sp. JP dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Menurut dr. Achmad Hardiman, orang yang beresiko terkena hipertensi adalah pria berusia diatas 45 tahun atau wanita diatas usia 55 tahun serta ada riwayat keturunan. Faktor lainnya yaitu kegemukan (obesitas), merokok, minum alkohol, menkonsumsi garam berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan lain-lain. Sementara itu Prof. Dr. dr. Budhi Setianto, mengklasifikasikan tekanan darah tinggi menjadi 4 tingkatan yaitu normal (SBP = Sistole Blood Pressure < 120 mm Hg dan Distole Blood Pressure = DBP < 80 mm Hg), pra hipertensi (SBP 120-139 mm Hg dan DBP 80-89 mm Hg), hipertensi tahap 1 (SBP 140-159 mm Hg dan DBP 90-99 mm Hg) dan hipertensi tahap 2 (SBP >= 160 dan DBP >= 100. mm Hg.) Menurut Dr. Budhi Setianto, darah tinggi ditandai dengan sakit kepala, jantung berdebar-debar, sakit di tengkuk, mudah lelah, penglihatan kabur dan mimisan (perdarahan hidung). Apabila seseorang mempunyai gejala-gejala tersebut, Dr. Budi Setianto menganjurkan kontrol ke dokter, minum obat teratur, olah raga terukur dan teratur, timbang berat badan dan ukur lingkar perut, hati-hati makan dan minum, berhenti merokok dan menjaga kesehatan mental. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks:021-5223002 dan 52960661, atau e-mail puskom.depkes@gmail.com dan puskom.publik@yahoo.co.id.

Tentang ruhyana

Mencari untuk terus belajar dan belajar...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s