25 Jun 2007
Untuk memantapkan program kesehatan antara pusat dan daerah, Departemen Kesehatan menyelenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Nasional . (Rakerkesnas) dibuka Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) tanggal 24 Juni 2007 di Solo Jawa Tengah dan akan berlangsung sampai 26 Juni 2007.
Rakerkesnas diikuti sekitar 1500 peserta terdiri dari pejabat Eselon I dan II Depkes Pusat, Ketua dan Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Wakil-wakil dari Instansi terkait (Depkeu, Depdagri, Kantor Menko Kesra, Bappenas, BPK, Badan POM, BKKBN, PT Askes, Perwakilan UNICEF dan WHO, Ketua-Ketua Kolegium Kedokteran/Kedokteran Gigi), RS dan UPT Vertikal, Kepala Dinas Kesehatan Prop., Kab/Kota, Eselon III Terpilih Dinkes Prop., Direktur RSUD Prop., Kab/Kota.
Tema Rakerkesnas adalah ” Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan “, dengan sub tema Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas serta Menata Alokasi dan Utilisasi Anggaran Kesehatan dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Terjangkau, Adil dan Merata.
Depkes memandang perlu menyelenggarakan Rakerkesnas karena untuk medukung penyelenggaraan otonomi daerah diatur sumber-sumber pembiayaan berdasarkan desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 33 tahun 2004.
Salah satu implikasi dari UU tersebut, mempengaruhi sistem pengelolaan anggaran dengan aturan-aturan baru terkait dengan desentralisasi dan otonomi daerah. Proses adaptasi yang telah dijalani selama ini dalam mekanisme pengelolaan anggaran dirasakan masih banyak menemui kendala yang mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan anggaran yang belum efektif dan efisien. Selain itu juga adanya masalah dalam penyerapan anggaran yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Dengan perkembangan itu, perlu dilakukan sinkronisasi antara perencanaan yang sudah disusun dengan kondisi di lapangan, dengan maksud untuk menigkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran dalam mencapai sasaran pembangunan kesehatan. Karena itu, penyelenggaraan Rakerkesnas ini penting diadakan dengan melibatkan unsur Pusat dan Daerah serta lintas sektor terkait.
Tujuan khusus diselenggarakan Rakerkesnas adalah :
1. Menginformasikan permasalahan pada pelaksanaan pembangunan kesehatan semester I Tahun 2007
2. Menyepakati langkah-langkah yang perlu diambil dalam percepatan pelaksanaan pembangunan kesehatan tahun 2007
3. Memperkuat koordinasi sinergitas kebijakan pembangunan kesehatan pusat dan daerah
4. Menginformasikan Rencana Kerja Departemen Kesehatan tahun 2008
5. Mengidentifikasikan solusi dari isu-isu yang ada dalam pelaksanaan program kesehatan
Sesuai dengan tujuan khusus tersebut, materi yang akan dibahas dalam Rakerkesnas 2007 adalah :
1. Evaluasi dan Pemecahan Masalah Isu-isu yang Berkembang dalam Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan
2. Pemantapan Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan tahun 2007 yang terdiri dari Aselerasi pemantapan dan Peningkatan pengendalian dan monitoring evaluasi
3. Konsolidasi dan Rekomendasi Rencana Kerja Pemerintah Bidang Kesehatan tahun 2008
4. Kebijakan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan tahun 2008
5. Paparan para eselon I Depkes mengenai isu-isu penting: a). Kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal (KW-SPM) b). Desa Siaga c). Penyakit menular: Antisipasi demam berdarah, HIV AIDS d). Upaya Kesehatan Masyarakat e). Informasi tentang pelaksanaan ASKESKIN f). Apotek Rakyat/Obat Murah
Materi tersebut akan dibahas melalui paparan dan diskusi yang akan disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Para Pejabat Eselon I (Sekjen, Irjen, para Dirjen dan para Kepala Badan) serta pemaparan wakil dari Dinas Kesehatan dalam pengembangan Desa Siaga dan wakil RSU tentang pengalaman dalam pengelolaan Askeskin (Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin).
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-522 3002, 5296 0661 atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id













program Desa siaga masih menghadapi kendala karena masih terdapat berbagai versi yang blm matang di Depkes RI sendiri.hal ini harus segera dituntaskan agar daerah daerah tidak bingung. tks
Rapat terus.. tapi gak ada hasil. Dari dulu orang depkes hobinya cuma rapat dan musyawarah tapi gak ada program yang berhasi. Mending uang rapatnya buat nalangi pembayaran askeskin yang belum lunas. Mungkin depkes udah gak ada kerja kali ya….. karna memang gak pernah krja. kerjanya cuma nyalahin orang. Heran deh…. programnya macem2 tapi gak ada yang berhasil. Gizi buruk terus bertambah, DBD gak pernah tuntas, Flu burung makin parah. Pokoknya semua penyakit aneh ada di Indonesia. Gimana kalo depkes diganti departemen kesakitan. soalnya orang2nya udah pada sakit. sakit jiwa, sakit hati, tapi yang pasti udah gak normal