Lingkungan Sehat untuk Sehat

12 Jun 2007
Diare, Polio, DBD, alergi, gangguan pernafasan hingga Flu Burung adalah jenis penyakit yang penyebarannya sebagian besar dipengaruhi faktor lingkungan. Membenahi lingkungan agar tetap mendukung usaha seseorang tetap sehat adalah suatu keharusan tetapi bukan semata-mata tanggungjawab Departemen Kesehatan, melainkan tanggungjawab pemerintah daerah dan setiap individu dalam masyarakat. Untuk mengajak berbagai pihak membangun berwawasan lingkungan, Depkes menyelenggarakan Pertemuan Teknis Program Lingkungan Sehat dan Evaluasi Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2007 di Makassar, tanggal 12-14 Juni 2007.Gubernur Sulawesi Selatan sendiri berkenan membuka pertemuan. Turut memberi sambutan pembukaan, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan, dr. I Nyoman Kandun, MPH, dan Direktur Jenderal Bina Bangda Departemen Dalam Negeri. Para peserta pertemuan adalah wakil dari Bappenas, walikota/bupati/anggota Bappeda, wakil perguruan tinggi, serta berbagai unit atau pejabat yang terkait langsung dengan upaya kesehatan lingkungan di lingkup Depkes.
Meleburnya berbagai sektor dalam pertemuan ini bukan tanpa alasan. Tidak mungkin pembangunan kesehatan berjalan sinergis tanpa program yang selaras antar sektor, juga pada setiap tingkatan. Di masa otonomi daerah, mengupayakan lingkungan sehat di suatu wilayah, tentu tidak bisa bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah sendirilah yang lebih tepat menentukan programnya karena pemerintah daerahlah yang lebih memahami kekurangan dan kelebihan wilayahnya dan warganya.

Dirjen P2PL juga menyatakan bahwa kemajuan pembangunan kesehatan di Indonesia dapat dilihat dari perbaikan angka-angka indikator. Angka Kematian Bayi misalnya, menurun dari 46 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 1997 menjadi 35 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2003. Angka Kematian Ibu menurun dari 334 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 1997 menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2003. Namun, perkembangan pola penyakit menular maupun tidak menular telah mengindikasikan transisi. Penyakit baru muncul akibat mutasi biologis virus maupun bakteri di lingkungan yang tidak sehat bagi manusia. Perubahan lingkungan juga menyebabkan re-emerging diseases atau penyakit lama yang muncul kembali dan mengganas. Penyakit yang diderita masyarakat tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan lingkungan, perilaku yang tidak kondusif, pencemaran lingkungan, serta faktor penentu lainnya.

Diingatkan pula oleh Dirjen P2PL bahwa segala hal yang bersangkutan dengan kesehatan seperti program penyediaan air bersih dan sanitasi, pemeliharaan dan perbaikan kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan pengembangan wilayah sangat ditentukan oleh keterlibatan semua pelaku pembangunan, yaitu pemerintah, swasta, LSM, serta masyarakat. Pertemuan semacam inilah yang dapat menjadi wadah untuk memikirkan masalah kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan, serta upaya intervensi baik dari sisi legal dan teknis, maupun dari usaha peningkatan kesadaran masyarakat.

Pertemuan kali ini bukan hanya menjadi ajang berbagi ilmu satu arah, di dalam ruangan. Peserta pertemuan dapat langsung mendapatkan contoh kota sehat. Kali ini, walikota Bontang mendapat kehormatan berbagi pengalaman tentang bagaimana menyehatkan lingkungan di kota Bontang lewat mewujudkan lingkungan sehat Kota Bontang yang Sehat, Cerdas, Lestari, dan Bebas Kemiskinan.

Mereka yang berpartisipasi dalam acara ini juga diajak panitia untuk turun ke lapangan, melihat sendiri apa yang dimaksud dengan lingkungan sehat atau tidak sehat, guna melahirkan ide tentang apa yang harus dilakukan atau perlu berhenti dilakukan demi menjaga lingkungan agar mendukung upaya kesehatan individu. Selain berkunjung ke rumah walikota Makassar, peserta pertemuan dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk mengunjungi wilayah kelurahan sehat, sekolah sehat, Benteng Rotterdam, dan Somba Opu. Setiap kelompok melaporkan hasil kunjungan untuk berdiskusi dengan kelompok lain tentang hal yang memang patut ditiru, harus dilakukan, serta hal yang masih harus diperbaiki.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

Tentang ruhyana

Mencari untuk terus belajar dan belajar...
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan. Tandai permalink.

17 Balasan ke Lingkungan Sehat untuk Sehat

  1. Nadya berkata:

    Ya, saya setuju dengan apa yang telah diungkapkan dalam artikel ini.
    Menurut saya, lingkungan yang sehat adalah salah satu langkah untuk hidup sehat.
    Semoga dengan adanya artikel ini penduduk setempat dapat menyadari pentingnya merawat lingkungan.Terima kasih.

  2. atika berkata:

    lingkungan itu paling perlu perhatian, dimulai dari setiap individu punya kewajiban yang sama dalam menjaga kesehatan lingkungan. Seandainya semua menyadari pentingnya kesehatan lingkungan pastinya kita semua terhindar dari penyakit. Kalau sudah sakit semua baru menyadari betapa mahalnya kesehatan.

  3. recha berkata:

    lingkungan yg sehat itu perlu,dan dimulai dari diri sendiri, karna klau kita bersih kita bisa buat lingkungan sehat..
    karna lingkungan sehat terlindung dari kuman penyakit..
    sehat itu mudah bila kita dapat menerapkan dari dalam diri kita… ciptakan lah lingkungan sekitar kita bersih dan sehat…

  4. inna berkata:

    lingkungan sehat mnrt saya adlh lingkungan yang bebas dari kuman dan kotoran.
    dan saya se7 ttng artikel ini,karena membuat orang yang membaca tahu ttng lingkungan sehat……

  5. recha berkata:

    lingkungan yg sehat itu perlu,dan dimulai dari diri sendiri, karna klau kita bersih kita bisa buat lingkungan sehat..
    karna lingkungan sehat terlindung dari kuman penyakit..
    sehat itu mudah bila kita dapat menerapkan dari dalam diri kita… ciptakan lah lingkungan sekitar kita bersih dan sehat…

  6. Reysyah berkata:

    di lingkungan saya memang dibudayakan lingkungan sehat tapi menjadi tidak sehat karena masih adanya polusi udara

  7. teguh berkata:

    lingkungan yg sehat bagi ku adalah lingkunga yg g ada sama se X sampah yg berserakan di mana2

  8. irmalia berkata:

    mnrut saya lingkungan sehat itu adalah lingkungan yang bebas dari polusi, tidak ada sampah sembarangan, adanya pepohonan yang rindang, dll
    marilah kita rawat lingkungan kita bersama2………..

  9. sani berkata:

    dampak pencemaran lingkungan sangat erat hubungannya dengan kesehatan, bila lingkungan itu tercemar maka akan banyak virus2, bakteri2 ataupun hal2 yang menimbulkan penyakit yang bisa menyerang manusia kapan saja dan dimana saja, oleh karena itu setiap manusia harus ikut andil dalam pengelolaan lingkungan untuk menjadikan lingkungan itu lebih baik, yang penting adalah kita harus mencegah datangnya penyakit daripada kita harus mengobatinya…….

  10. erni berkata:

    Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih dan jauh gari polusi.

  11. diyah lesuik berkata:

    Menurut saya lingkungan sehat itu lingkungan dimana kita bisa membiasakan diri hidup sehat dan lingkungan yang jauh dari polusi ….
    lingkungan sehat itu bermula dari diri sendiri dan kemauan……………..

  12. Ping-balik: lingkungan sehat « budidaya buah buahan

  13. edi sahroji berkata:

    Assalamualikum…….Salam Sejahtera untuk kita semua!!!!!
    Artikelnya udah lama banget yaaa…!!!
    Menurut teori HL BLOOM ” ada 4 faktor yang mempengaruhi Derajat Kesehatan” :
    1. Faktor lingkungan
    2. Faktor Prilaku/ Kebiasaan
    3. Faktor Pelayanan Kesehatan
    4. Faktor Keturunan/ genetik
    nah…. dari ke-4 faktor diatas yang urutan 1 dan 2 itu yang memiliki pengaruh yang paling besar !!!
    (meskipun ada juga yang kurang setuju dengn teori diatas)
    STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) adalah sebuah program yang mendukung tercapainya derajat kesehatan itu sendiri, ada 5 Pilar yang termasuk dalam STBM ini :
    1. Stop BAB sembarang tempat
    2. Cuci Tangan pakai Sabun (CTPS)
    3. Pengolahan Air skala RT
    4. Pengolahan Sampah RT
    5. Pengolahan limbah RT
    Jadi selama masyarakat menjaga kebiasaan2/ Prilaku hidup bersih dan sehatnya selama itu pula lingkungan sekitar kita akan tetap terjaga dari kesakitan akibat faktor2 lingkungan seperti yang disebutkan pada artikel diatas..!!!!
    Jadi mari kita dukung dan kita picu masyarakat di sekitar kita untuk merubah kebiasaan buruk mereka membuang kotoran di sembarang tempat!!!
    mari kta jadikan daerah kita daerah yang BABSANO (Buang Air Besar Sembarang Tempat angka NOL)

  14. arhamblogpreneur berkata:

    Persoalan yg ada umumnya mementingkan revenue baru yang lingkungan sehat, kalau sudah bgitu kan sulit membangun yang sejalan. Jadi aku rasa bukan cuma yang sehat tapi juga yang menguntungkan. Bgtupun sebaliknya

  15. yayu berkata:

    lingkungan bisa sehat klu oran2nya ikut mendukung apapun ttg program lingkungan…

  16. masri masjun berkata:

    Dampak kedapan lebih mengutamakan analisis dengan terarahnya dokumen lingkungan, berupa amdal, upl & ukl serta sttpl yang dapat membuat lingkungan hidup sehat berarti bugded merupakan faktor utama untuk membuat hidup sehat dan lingkungan sehat , yang utama faktor pembangunan olahan bersumber pada pengusaha dan kritisi masyarakat menjaga upaya lingkungan , oke ya

  17. Rizki Kurnia berkata:

    bagus tuhh :) I Like It :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s